11 Feb

Ketum HMI: Polri Harus Usut Tuntas Kasus Pemukulan dan Penusukan Kader HMI Jaksel

Jakarta – Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Selatan, Safarianshah Zulkarnaen menegaskan bahwa kasus pemukulan dan penusukan kepada kader HMI Jaksel pada Sabtu, (9/2) kemarin, harus segera diusut tuntas oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

“Kasus pemukulan dan penusukan kader HMI Jakarta Selatan harus segera dituntaskan oleh pihak Polres Metro Jakarta Selatan, ada sekitar lima kader HMI yang menderita luka lebam dan salah satu diantaranya luka tusuk 12 jahitan,” ujar Safarianshah.

Safarianshah menambahkan, awalnya para korban telah melaporkan kasus pemukulan dan penusukan kepada Polsek Metro Pasar Minggu, namun dengan beragam alasan akhirnya kasus kini ditangani Polres Metro Jakarta Selatan.

“Para korban telah membuat Laporan Polisi dan menjalankan proses BAP di Polsektro Pasar Minggu, namun sepertinya ada indikasi bahwa Polsek Metro Pasar Minggu tidak mampu menangani kasus, akhirnya kasus dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan,” tambah Safarianshah.

Sementara itu, pada Selasa (11/2), para korban kembali membuat laporan dan dimintai keterangan di Polres Metro Jakarta Selatan.

“Hari ini para korban kembali membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan dan telah menjalani BAP, tentu kami berharap proses hukum dapat berjalan tanpa adanya kendala apapun. Oleh karena itu, kami meminta Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan untuk segera memproses kasus ini karena bukti – bukti telah diserahkan termasuk hasil visum para korban,” jelas Safarianshah.

“Kami merasa bukti – bukti kasus ini telah cukup dan Polri perlu segera memproses hukum pelaku sesuai dengan ketentuan KUHP,” pungkas Safarianshah.

Selain itu, Nurmansyah Amir, Ketua Umum HMI Fakultas Teknik Universitas Nasional yang juga turut menjadi korban penganiayaan menuturkan, ia menginginkan kasus ini segera diproses hukum seadil-adilnya oleh pihak Kepolisian.

“Saya selaku salah satu korban sekaligus Ketua HMI Komisariat Fakultas Teknis Unas sangat menyesali tindakan salah satu oknum yang melakukan kekerasan dan kami selaku korban sangat mengharapkan kasus ini diusut tuntas seadil – adilnya oleh pihak kepolisian,” kata Nurmansyah Amir, Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Teknik Unas.

Sebelumnya, pada Sabtu (9/1) kemarin, lima kader HMI Jakarta Selatan menjadi korban penganiayaan dan penusukan di Pejaten, Jakarta Selatan.

Dalam ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penganiayaan, pelaku penganiayaan dapat dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 2 tahun, dan apabila korban menderita luka berat pelaku dijerat ancaman penjara paling lama 5 tahun.

Leave a Reply